Pameran Seni Rupa PAMERAN TUNGGAL ART-SHIT! PARASHIT! MADE BUDHIANA

Pameran, 21 Desember 2011 – 10 Januari 2012, pukul 10.00 – 18.00 wita
Temu Kritikus dan Jurnalis, Kamis, 5 Januari 2012, pukul 18.30 wita
Sepanjang pameran akan diselenggarakan aneka kegiatan seni sebagai proses bersama

Mengakhiri tahun 2011 dan mengawali program Bentara Budaya tahun 2012, perupa Made Budhiana menghadirkan sejumlah karya-karya terkini dalam pameran tunggal yang mengusung tema Art-shit! Parashit!, yang merujuk pada sebentuk keprihatiannya atas situasi sosial budaya di tanah air, termasuk fenomena dunia seni rupa yang cenderung terlalu mengedepankan orientasi pasar.

Sebagai seniman yang selama ini aktif menyelenggarakan berbagai apresiasi seni dan dialog-dialog budaya, Made Budhiana kali ini mengetengahkan suatu bentuk seni ‘penyadaran’ berupa ‘pameran proses’. Eksibisi ini membuka ruang seluas-luasnya bagi upaya kolaborasi dan interaksi dengan seniman-seniman dan pelaku-pelaku sosial berbagai latar, di mana proses menjadi keniscayaan kebersamaan. Dalam konteks itu, pameran proses ini dapat dimaknai sebagai upaya cipta karya bersama. “Sebagian karya awal saya bisa menjadi pemicu lahirnya karya bersama, yang finishing akhirnya tetap berpulang pada olah cipta saya sebagai pelaku pameran,” ujar Made Budhiana yang pernah menampilkan eksibisi tunggal di The Northern Territory Museum of Art and Sciences, Darwin, Australia.

Mengawali pameran proses ini, pada acara pembukaan akan ditampilkan pagelaran kolaborasi antara Made Budhiana dengan komposer Wayan Gde Yudane, menyuguhkan suatu pertalian antara kekuatan visual dan dinamika musikal, yang kemudian akan direspon selama pameran menjadi karya cipta baru. Sejalan dengan itu, mendekati akhir pameran akan diselenggarakan Temu Kritikus dan Jurnalis memperbincangkan pameran ini sekaligus menjadi bagian ‘proses’ dari eksibisi tersebut.

Made Budhiana lahir di Denpasar, Bali, 27 Maret 1959. Pernah berpameran tunggal maupun kolektif di Jerman, Switzerland, Singapura, Malaysia, Australia dan Belanda. Lulusan ISI Yogyakarta ini juga meraih beragam penghargaan, di antaranya ‘Best Panting’ Bali Art Award (1997), Pratisara Affandi Adhi Karya, ISI Yogyakarta (1985 and 1986), Poster Award, Departement of Education and Culture, Bali (1979).

Wayan Gde Yudane, lahir di Kaliungu, Denpasar, menghasilkan karya musik konser, teater, instalasi maupun film. Meraih penghargaan Melbourne Age Criticism sebagai Creative Excellent pada Festival Adelaide, Australia (2000) berkolaborasi dengan Paul Gabrowsky, dll. Tampil di Festival Jazz Wangarata, Australia (2001), keliling Eropa dengan Teater Temps Fort, Grup France and Cara Bali, juga Festival Munich dan La Batie. Karyanya: musik film ‘Sacred and Secret’ (2010), Laughing Water and Terra-Incognita, dan Arak (2004), serta sebagainya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s