SASTRAWAN BALI, DARI MASA KOLONIAL HINGGA KINI (Sandyakala Sastra #10)

Senin, 18 April 2011, Pukul 18.00 Wita

Kontribusi sastrawan Bali dalam peta sastra Indonesia kian terlihat jelas, tak sedikit penyair dan novelis pulau ini yang karyanya memperkaya khasanah sastra nasional. Kalangan umum berpandangan, sastra Indonesia dari Bali ini bangkit dan bermunculan semenjak dua dekade terakhir. Padahal, sedari 1920-an, penulis-penulis Bali telah giat mempublikasikan karya mereka, baik puisi, drama, novel, maupun cerpen di majalah dan surat kabar lokal, semisal Surya Kanta, Bali Adnjana, Djatajoe, Bhakti, Damai, dan Suara Indonesia (yang berkali ganti nama hingga akhirnya menjadi Bali Post di awal 70-an).

Gambaran komprehensif tentang kontribusi penulis-penulis Bali tersebut baru terkuak setelah terbitnya buku A Literary Mirror; Balinese Reflections on Modernity and Identity in the Twentieth Century (KITLV Press, 2011), karya I Nyoman Darma Putra, dosen Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Udayana. Disertasi yang baru terbit beberapa pekan lalu di Leiden itu memperkaya pengetahuan kita tentang perkembangan sastra Indonesia dari Bali. Bahwa selain Panji Tisna dan Putu Wijaya, Bali juga memiliki banyak penulis yang menghasilkan karya penting dan menarik jika dilihat dalam wacana publik dan perubahan sosial politik di Bali dan Indonesia sejak zaman kolonial hingga belakangan ini.

Dr. Tom Hunter (budayawan dan penerjemah sastra) serta Dr. Nyoman Darma Putra (kritikus sastra) akan mendialogkan peran sekaligus kehadiran sastra berbahasa Indonesia dari Bali tersebut dalam diskusi Sandyakala Sastra #10.

Dr. Tom Hunter( AS) studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Jawa Kuna (Kawi) di Universitas Michigan (1980-88). Sedari tahun 1989, ia bermukim di Indonesia, menerjemahkan dan mengkaji sastra Indonesia modern dan Sastra Jawa Kuna, di antaranya Burung-burung Manyar, karya besar Romo Y.B. Mangunwijaya, diterbitkan Yayasan Lontar pada 1991 berjudul The Weaverbirds. Tom Hunter sempat menjadi asisten Zoetmuder. Kini ia mengajar Bahasa Sanskerta dan Sintaksis Jawa Kuna pada Fakultas Sastra Universitas Udayana, dan ikut membimbing mahasiswa-mahasiswa dari AS yang ikut program SIT Study Abroad—Indonesia: Arts, Religion and Social Change.

Dr. Nyoman Darma Putra, tahun 2007-2009 mengikuti program Postdoctoral Research Fellowship di School of Languanges and Comparative Cultural Studies University of Queensland, Australia. Kritikus sastra yang pernah bergiat sebagai wartawan ini telah menulis beragam buku sastra dan budaya, di antaranya ‘Bali dalam Kuasa Politik (2008) serta Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2000).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s