MELAMPAUI DIKOTOMI SENIMAN AKADEMIS (Sebuah Dialog Seni Rupa)

Jumat, 8 April 2011, Pukul 15.00 WITA

Selain memperbincangkan tahapan penciptaan Wayan Sudiarta terkait pameran tunggalnya, ‘Out Of The Locker’, dialog seni rupa kali ini juga mempercakapkan kehidupan kreatif di kampus seni atau jurusan seni rupa. Hadir dalam diskusi ini Wayan Sudiarta (seniman) dan Hardiman (kurator), yang keduanya pengajar seni rupa di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali.

Diperbincangkan pula perkembangan sejarah seni rupa Indonesia, terutama terkait keberadaan lembaga pendidikan kesenian, mulai dari ITB yang dijuluki sebagai ‘Laboratorium Barat’ serta ASRI Yogyakarta yang dianggap mewakili kubu lainnya. Apakah di era sekarang ini, yang serba global-lokal itu, masih relevan mendikotomikan hal-hal tersebut, termasuk pemilahan antara seniman akademis dan otodidak sewaktu menilai capaian karya seseorang? Atau lebih jauh lagi, masihkah penting mengkaitkan karya dengan latar seseorang? Benarkah selama ini, kritikus kita lebih condong memperbincangkan kehebatan kisah hidup seniman daripada pencapaian karyanya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan mewarnai dialog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s