MADE TARO, CERITA PAN BALANG TAMAK DAN IMAJINASI ANAK (Pustaka Bentara)

Sabtu, 9 April 2011, Pukul 18.00 WITA

Di tengah godaan dunia audiovisual nan canggih, berikut tampilan gambarnya yang menawan, juga tontonan sinetron yang jauh dari tuntunan, tak pelak kehadiran buku cerita rakyat semisal Malin Kundang, Sangkuriang, serta Pan Balang Tamak, menjadi penting adanya. Buku-buku yang memuat dongeng masyarakat lokal nusantara itu berperan mewarnai imajinasi kreatif anak-anak Indonesia sekaligus menjaga memori kultural bangsa ini.

Dalam Pustaka Bentara kali ini, pendongeng yang piawi serta pemerhati cerita anak yang tekun, Made Taro (71), akan berbagi pengalamannya dalam membina Sanggar Kukuruyuk Denpasar, sebuah komunitas yang berupaya melestarikan serta menggugah kecintaan publik terhadap permainan tradisional anak-anak nusantara, khususnya Bali. Hingga kini, Made Taro yang juga mantan guru teladan dan sempat mengajar di Darwin, Australia, telah menulis tidak kurang dari 35 judul buku. Antara lain Bawang dan Kesuna (Balai Pustaka, 1997), Traditional Balinese Game (Taksu Foundation, 2000), Randu dan Sahabatnya (Kanisius, 2002), Balingkang (Grasindo, 2004), Bebek Punyah (Balai Bahasa, 2004), dan lain-lain. Ia memperoleh Penghargaan Adi Karya dari IKAPI tahun 1998, Anugerah Sastra Rancage 2005, dan sebagainya.

One response to “MADE TARO, CERITA PAN BALANG TAMAK DAN IMAJINASI ANAK (Pustaka Bentara)

  1. saya boleh tau alamat lengkap Made Taro? saya hendak meliput kegiatannya. terimakasih atas informasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s